Google
Showing posts with label Dakwah dan Tarbiyyah. Show all posts
Showing posts with label Dakwah dan Tarbiyyah. Show all posts

Thursday, December 11, 2008

Da'ie Juga Manusia

Ramai para da'ie akan melalui fasa seperti ini. Merasa bimbang diri akan terjatuh ke lembah kemunafikan. Setelah penat lelah berdakwah, timbul penyesalan pada diri, "Aku tak layak berdakwah!". Alasan seperti ini sudah tentu banyak yang kita dengan dari yang futur. Justru dengan mereka menghindar dari dakwah, keadaan diri mereka lebih parah. Jauh lebih tidak layak bergelar muslim sejati.

Hanzalah bin Ar-Rabi' seorang sabahat Rasulullah yang tidak pernah surut semangat jihadnya juga tidak terlepas perasaan seperti itu. Sebagai manusia biasa, Hanzalah bisa merasakan lelah dalam beramal dan terbuai-buai dengan "urusan-urusan" dunia.

Disebut dalam satu riwayat, dia berkata, "Suatu saat, Abu Bakar ra menemui saya dan menyapa, "Apa khabar, wahai Hanzalah? Saya jawab, "Hanzalah telah menjadi munafik." Dia berkata, "Subhanallah! Apa yang kamu katakan?" Saya jawab, "Bagaimana saya tidak munafik. Jika saya hadir di samping Rasulullah beliau mengingatkan saya dengan syurga dan neraka, saya melihat seolah-olah syurga di depan mata. Tapi, bila pulang ke rumah bertemu anak isteri semuanya dilupakan dan saya tenggelam dalam urusan dunia." Abu Bakar berkata, "Demi Allah, saya juga seperti itu, wahai Hanzalah." Maka kami menghadap Rasulullah.

Saya berkata, "Wahai Rasulullah, Hanzalah telah menjadi munafik." Beliau bertanya, "Ada apa wahai Hanzalah?" Saya berkata, "Wahai Rasulullah, apabila kami hadir di majlis-majlismu dan engkau mengingatkan kami dengan syurga dan neraka, kami melihat seolah-olah syurga berada di depan mata. Tapi kalau sudah pulah ke rumah bertemu dengan anak dan isteri, semuanya dilupakan dan kami tenggelam dalam keasyikan urusan dunia."

Rasulullah saw pun berkata,
"Demi Allah yang diriku berada dalam genggamanNya, seandainya kami selalu dalam kondisi seperti ketika kami di sisiku dan selalu ingat, (akan akhirat dan ketaatan kepada Allah), tenti para malaikat akan selalu menyertai kami di tempat tidurmu maupun di jalan-jalan. Tetapi sewaktu-waktu, wahai Hanzalah, sewaktu-waktu." Rasulullah saw mengulangi kalimah "sewaktu-waktu" sebanyak tiga kali. (hr Muslim)

Maksud Rasulullah, ada saatnya kita berada dalam ingatan akan akhirat dan ketaatan kepada Allah, tetapi pada waktu lain juga bisa tenggelam dalam kesibukan dunia, harta dan keluarga, sehingga kehidupan akhirat seolah-olah dilupakan. Itu adalah hal yang manusiawi. Tetapi tidak sebagai alasan untuk menjadi talam dua muka. Ketika di kampus rajin solat berjamaah tetapi di rumah asyik di depan tv lalu dengan senang hati berkata aku ini manusia, apa boleh buat.

"Setiap amal ada masa semangatnya, dan setiap semangat ada masa lelahnya. Barangsiapa yang lelahnya dalam sunnahku (tidak bermaksiat), maka dia memperoleh petunjuk. Dan barangsiapa yang lelahnya di luar itu maka dia telah tersesar." (hr al-Bazzar dari Ibnu Abbas)

Wednesday, July 09, 2008

Pribadi Hebat Seorang Murobbi

Sosok itu begitu melekat dalam pikiran saya. Saya mengenalnya hampir 19 tahun. Semenjak saya lahir, sampai kemudian, ia meninggalkan dunia yang nista ini. Ustadz Rahmat, pernah menjadi guru di SMP saya, SMPIT Iqro'. Ia mengajar pelajaran tafsir qur'an. Dulu, pelajarannya bagi saya tidak terlalu menarik. Karena dulu waktu SMP, jamannya saya lebih suka mantengin mtv ketimbang belajar. Imbasnya, kelakuan saya nggak beda sama remaja kebanyakan. Hapalan qur'an selalu menjadi rutinitas yg ngebosenin. Sholat juga jadi hambar. Jilbab, nggak kepingin lebar-lebar. Rasanya, sedada juga udah katro (xtrendy) banget... Astaghfirullah...

Begitulah saya dulu.Ups, kenapa malah nginget2 seseuatu yg penginnya saya kubur dalam-dalam? (pengennya, ingatan saya yg SMP terhapus. Jadi ingatan saat SD langsung loncat ke SMU).Tiap pelajaran Ustadz Rahmat, saya ngerasa bosan. Walaupun terkadang ia menceritakan hal2 yg menarik...dan sekarang saya menyesal. Kenapa dulu, di sebuah kesempatan selama dua jam itu, saya tidak berusaha menggali ilmunya yg luas. Padahal, ia punya murid lain yg menanti taushiyahnya, yg tidak akan menyia-nyiakan satu patah katapun yang keluar dari mulutnya, sementara kamir12;atau saya, lebih banyak nguap di kelasnya.

Pernah, suatu ketika, Ustadz Rahmat marah karena tidak ada satu muridpun di kelas yang sudah menghapal surat Ali Imran ayat 103. Hanya satu ayat saja kami diminta menghapal. Tapi tak ada satupun, kecuali anaknya yg sekelas dengan kamir12;Thariq. Sebelum ia meluapkan kemarahannya, ia membuka dompet kulitnya warna cokelat. Mengambil selembar uang sepuluh ribu. "Saya tantang kalian. Saya akan berikan uang ini bagi siapa saja yg sudah hapal!"

Senyap. Tawaran naik. 20 ribu rupiah. Senyap pula.
Tambah naik. 50 ribu rupiah. Masih senyap! Bayangkan, Ustadz Rahmat akan memberikan uang 50 ribu rupiah untuk siapapun yg sudah menghapal surah Ali Imran ayat 103! Tidak semua ayat! Hanya ayat 103! Tapi tak ada yg bergeming! Betapa keterlaluannya kami!

Dengan lemas, dan muka memerah, ia memasukkan uang itu kembali ke dompetnya. Saya lihat, saat itu, wajah Thariq juga memerah. Apakah ayahnya tak pernah terlihat sekecewa ini di rumahnya, sehingga anaknya sendiri takut? Ataukah Thariq marah pada kami karena kami telah membuat marah ayahnya?

Ustadz Rahmat menyandarkan bahunya ke kursi. Saya tahu, ia tengah beristighfar. Dan perasaan bersalah menyusup ke dalam hati saya. Seberapa susah menghapal satu ayat saja? Kenapa saya lalai? Bukan uang 50 ribu yang saya sesali. Tapi saya menyesali diri saya yang bodoh dan malas. Penawaran Ustadz Rahmat hingga sebesar itu, seperti sebuah tamparan di wajah saya. Secara tidak langsung, Ustadz telah menegur saya;kami semua, betapa malasnya kami hingga perlu diberikan uang 50 ribu hanya untuk satu ayat! Di luar sana, muridnya yang lain tak perlu iming2 uang untuk menghapal qur'an! Murid-muridnya justru mengejar-ngejar dirinya untuk bertemu sebentar, menggali ilmu yg berharga darinya...

Tapi kami...dua jam bersamanya seminggu dua kali dengan kuapan rasa bosan... Tapi kami, yang orangtua kami adalah sahabat Ustadz Rahmat, tidak menghargainya sama sekali! Satu ayat dari mulut kami, akan dibeli oleh Ustadz! Bukankah itu tindakan yg kurangajar dari seorang murid?

Tak ada istilah murid kencing berdiri, guru kencing berlari untuk kami. Yang ada, kami kencing berlari, sementara guru kami, yg menjadi inspirasi bagi banyak orang itu, mengejar-ngejar kami agar tidak kencing sembarangan. Kami ibarat anak idiot berumur 14 tahun...Beberapa menit setelah keheningan menyelimuti kami, Ustadz Rahmat berdiri. Ia mengambil spidol, dan akan menuliskan sesuatu. Beberapa di antara kami bernapas lega.Dan ia, merupakan satu-satunya guru yg tidak dibayar di sini. Ustadz Rahmat melempar blackmarker itu ke meja. Ia tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Ia begitu lembut, dan kali ini, karena kami, ia marah. "Tak sadarkah kalian, bahwa kalian adalah penerus Ummi dan Abi kalian?" hanya itu yang keluar dari mulutnya. Sebelum ia keluar ruangan, meninggalkan kami dalam lautan rasa bersalah yg selalu datang belakangan...

Thariq, di tempat duduknya, hanya merunduk. Mukanya memerah padam.

***

Kematian itu datang dalam diam. Bapa saya, saya memanggilnya Abi, belum pulang dari kantor. Saya tengah belajar soal-soal SPMB (exam nak masuk univesity) kt ruang kerja. Kemudian, handphone Ummi berdering. Ada telpon dari Abi. Ummi menerima telpon itu. Detik berikutnya, Ummi mengucapkan, "innalillahi..." dan ia menangis deras saat itu juga. Perasaan saya tidak enak. Kalau Ummi langsung menangis, berarti telah terjadi apa-apa pada orang yg begitu dekat dengannya. Saya dan adik-adik bertukar pandang. Apakah saudara kami terkena musibah?

Ummi menutup handphone. "Kenapa, Mi?" tanya kami semua hampir serempak. Sesenggukan, dan setelah beberapa saat, Ummi menjawab, "Abi-nya Isda..." Milla, adik saya yang nomor tiga, yang saat itu masih kelas 1 SMP (year 1), segera bereaksi. Isda adalah teman sekelasnya. Dan kami semua tahu, siapa Abi-nya Isda; Ustadz Rahmat Abdullah... Kami semua terdiam. Ingatan saya, ketika kami SMP, ketika kami membuat marah Ustadz Rahmat, kembali lagi...saat ini, di mana saya sudah mengenal makna tarbiyah, di mana saya sudah mengazzamkan dalam diri saya bahwa dakwah adalah jalan kami, penyesalan itu datang lebih berkali-kali lipat. Seperti ada bongkahan batu seberat 1 ton yang berusaha memuatkan dirinya ke bilik-bilik jantung saya. Begitu sesak...

Saya ikut menangis. Menangisi kepergian Ustadz Rahmat yang telah memberikan nama pada saya dan keempat adik sayar12;ketika kami semua lahirr12;dengan nama yang indah dan penuh do'a. Saya menangisi kelalaian saya untuk menghabiskan waktu bersamanya, belajar lebih dalam tentang Islam. Saya menangisinya karena kepergiannya, begitu cepat. Kenapa justru di saat saya sadar siapa Ustadz Rahmat sebenarnya. Kenapa justru di saat saya tahu, bahwa ialah yang telah menananm benih-benih azzam di hati para pejuang dakwah hingga dakwah maju seperti saat ini? Kenapa justru saya baru mempelajari profile-nya, bahwa ia, bahkan, SMA saja tidak lulus tapi mampu membeberkan hukum kekekalan massa dan mengaitkannya dengan ayat Qur'an di kelas kami dulu? Abi pulang tiga puluh menit kemudian setelah menelepon. Matanya memerah. Ia katakan, bahwa ia menangis sepanjang perjalanan. Lalu, kami semua menangis bersama di ruang tamu... Jam 9 malam, Abi pergi ke rumah Ustadz Rahmat. Hingga besok siang, ia di sana, berkumpul bersama teman-temannya, sesama murid Ustadz Rahmat. Saya memahami kedukaannya. Ia salah satu assabiqunal awwalun.

Ia diasuh langsung oleh Ustadz karena dulu mereka bertetangga. Dari awal mengenal tarbiyah lewat halaqah, Abi tidak pernah berganti murabbi. Ia merasakan asam-manisnya perjuangan dakwah. Merasakan pula bagaimana dulu harus sembunyi-sembunyi ketika liqo'. Murabbinya, hanya satu itu, Ustadz Rahmat. Dan kehilangannya, adalah duka yang lebih dalam seperti saat kehilangan Ayahnyar12;kakek saya.

Setelah ditinggal pergi Ustadz Madani, yg dulu sering meledek saya, dunia tarbiyah ditinggalkan oleh syekhnya, Ustadz Rahmat... Orang baik, selalu akan mati cepat... Tapi, saya yakin, kematian mereka, bukanlah untuk kita ratapi terus-menerus. Hendaknya, rasa kehilangan itu menjadi cambuk buat kita untuk meneruskan perjuangannya. Untuk membuktikan pada dunia, bahwa dakwah must go on, walaupun satu persatu pejuang dakwah telah berpulang ke kampung akhirat...

Hingga kini, saya masih ingat kata-kata Ustadz Rahmat. "Tak sadarkah kalian, bahwa kalian adalah penerus Ummi dan Abi kalian?" Pertanyaan itu bergaung dalam relung hati. Pertanyaan itu yang kemudian membawa saya meninggalkan masa SMP yang memalukan. Dan menyadari, bahwa saya, adalah anak yang mendapatkan hidayah secara 'instant'. Saya adalah anak yang telah tertarbiyah sejak keluar dari rahim Ummi. Pantaskah, saya menolak tongkat estafet yang telah disodorkan oleh orangtua yang hanif? Pantaskah saya menolak satu nikmat yang telah Allah berikan pada sayar12;berupa hidayah yg menyapa saya?

Rabbi...berikan guru kami tempat yang paling baik di sisiMu. Dan izinkanlah hamba, bertemu kembali dengannya, di syurgaMur12;walau mulut ini, rasanya tak pantas memohon itu karena dosa hamba yang berlimpah...

Jati Mekar sunyi, 20 April 2008.
Diiringi nasyid Izzis, Sang Murabbi.
Dan airmata berlinang-linang membasahi pipi.

Monday, June 23, 2008

Ghurabaa'


Muhammad s.aw telah berkata: "Islam datang dalam keadaan asing. Ia akan kembali asing. Beruntunglah orang-orang yang asing"

Marilah sama2 kita hayati nasyid penuh semangat dan motivasi ini. Yang mampu mengingatkan kita pada janji Allah! Yang menjadi tunjang kekuatan perjuangan para syuhada terdahulu!

Lalu tanyakan diri kita. Apakah kita sanggup mati demi Kalimah yang Mulia ini seperti mereka?

Ghurabaa’ wa li ghairillaahi laa nahnil jibaa
Ghurabaa’ do not bow the foreheads to anyone besides Allah

Ghurabaa' war tadhainaa haa shi’aaran lil hayaa
Ghurabaa’ have chosen this to be the motto of life

Ghurabaa’ wa li ghairillaahi laa nahnil jibaa
Ghurabaa’ do not bow the foreheads to anyone besides Allah

Ghurabaa’ war tadhainaa haa shi’aaran lil hayaa
Ghurabaa’ have chosen this to be the motto of life

Inta sal ‘anna fa inna laa nubaali bit-tughaat
If you ask about us, then we do not care about the tyrants

Nahnu jundullaahi dawman darbunaa darbul-ubaa
We are the regular soldiers of Allah, our path is a reserved path

Inta sal ‘anna fa inna laa nubaali bit-tughaa
If you ask about us, then we do not care about the tyrants

Nahnu jundullaahi dawman darbunaa darbul-ubaa
We are the regular soldiers of Allah, our path is a reserved path

Lan nubaali bil quyuud, bal sanamdhii lil khulood
We never care about the chains, rather we’ll continue forever

Lan nubaali bil quyuud, bal sanamdhii lil khulood
We never care about the chains, rather we’ll continue forever

Fal nujaahid wa nunaadhil wa nuqaatil min jadeed
So let us make Jihad, and battle, and fight from the start

Ghurabaa’ hakazhal ahraaru fii dunya-al ‘abeed
Ghurabaa’ this is how they are free in the enslaved world

Fal nujaahid wa nunaadhil wa nuqaatil min jadeed
So let us make Jihad, and battle, and fight from the start

Ghurabaa’ hakazhal ahraaru fii dunya-al ‘abeed
Ghurabaa’ this is how they are free in the enslaved world

Kam tazhaakkarnaa zamaanan yawma kunna su’adaa`
How many times when we remembered a time when we were happy

Bi kitaabillaahi natloohu sabaahan wa masaa`
In the book of Allah, we recite in the morning and the evening

Kam tazhaakkarnaa zamaanan yawma kunna su’adaa`
How many times when we remembered a time when we were happy

Bi kitaabillaahi natloohu sabaahan wa masaa`
In the book of Allah, we recite in the morning and the evening


Tuesday, June 10, 2008

Sudah Berapa Banyak Bekal Kita?


Sentiasa dalam perjalanan kehidupan ini, ada terminal untuk berhenti sejenak. Beberapa saat untuk duduk mengimbau perjalanan lalu. Sudah berapa jauh perjalanan kita menuju Pintu Gerbang Kematian? Berapa banyak bekal yang akan kita bawa memasuki Dunia Baru? bukan Dunia Baru tv3 tu.

Persoalan ini perlu kita ambil berat, walau di tengah kesibukan kerjaya atau belajar. Bekal kehidupan di akhirat pasti jauh lebih penting dari hanya kehidupan dunia. Itu semua kita tahu. Ketika harga barangan semakin meningkat, kos hidup melambung, kita masih sering resah. Kita sangat takut kita akan terkesan sama. Namun pernahkan kita betul2 takut bekal amal kita di akhirat? Yang mana terang terangan semakin susut dan bahkan negatif?

Kembali kita muhasabah diri. Betapa kehidupan akhirat jauh lebih baik dan kekal. Lalu mengapa perlu kita resah bagai orang yang kematian saudara tentang masalah ekonomi semata? Sudah saatnya kita menjenguk lebih dalam rohani kita untuk menabung bekal amal. Amal soleh tidak pelu kepada banyak tenaga dan belanja yang besar. Dengan berzikir, bersyukur kpd Allah, maka tabungan akan mengalir terus. Dengan hanya beramal, maka akan berbunga dan semakin besar bekal kita. Seunguh Allah Maha Adil, menambak bekal itu adalah percuma!

Berbeza dengan perkara lain yang perlu naik kereta, isi minyak yang berharga rm2.70 seliter. Belum dicamput dengan makanan yang memang dah naik. Lalu mengapa kita masih resah dengan dunia ini. Tiba waktunya untuk bangkit menambak bekal. Bukan duduk termenung merenung nasib.

Amal Shaleh boleh dibangun dengan lidah yang bertasbih, bertahmid dan bertakbir. Ya, betapa mudah dan betapa indahnya amalan dalam Islam. Bahkan untuk melafalkan zikir tak perlu permit pun. Ingatlah, selagi masih bernafas, selagi itu kita diberi peluang untuk menambah bekal. Mati itu kita tidak tahu bila masanya. Oleh itu, bersiap sedialah dan risaulah sentiasa dengan bekal akhirat kita.

Wallahu'alam
Posted by Picasa

Sunday, June 08, 2008

Kesatuan Hati


Ruh-ruh itu adalah tentara-tentara yang selalu siap siaga, yang telah saling mengenal maka ia (bertemu dan) menyatu, sedang yang tidak maka akan saling berselisih (dan saling mengingkari)”. (HR. Muslim)

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelajakan semua (kekayaan) yang berada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. 8:63)

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah bersatu berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dijalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahay-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong”.

Amin…
Posted by Picasa

Tuesday, May 27, 2008

Ini Bukan Dakwah Semusim


Amanah dakwah yang bertimbun bagi sebagian aktivis dakwah terkadang membuatkan mereka cepat lemah dan jumud. Tawaran amanah dakwah seolah dating tak kenal waktu, menuntut kita untuk segera menyelesaikannya, belum lagi ‘homework’ yang bertimbun, ‘report’ dan sebagainya. Waktu cuti bagi aktivis dakwah adalah kesempatan besar yang tak boleh disia-siakan, untuk sekadar melepaskan penat yang melekat. Atau paling tidak, dapat sedikit bernafas dengan lega dari amanah-amanah yang ada.

Fenomena hari cuti (hujung minggu, semester) aktivis menjadi hal yang amat unik untuk diperhati Sebahagian diantaranya sibuk mempersiapkan diri menyusun agenda percutiannya. Mulai dari rehlah, mokhoyyam sehingga pulang ke kampung pada batas waktu yang tak tentu. Sebahagian lagi sibuk memikirkan perancangan dakwah ke hadapan. Mulai dari target halaqoh, strategi masuk ke sekolah, jauhlah dan lain-lain. Apakah ada yang salah bila aktivis bercuti? Kalau selama ini mereka dikenal dengan sebutan “nahnu qowwiyun amaliyun”, jawabnya tidak! Kerana sesungguhnya kita sangat perlukan istirehat. Perlu untuk melunjurkan kaki sejenak, perlu air dingin walau seteguk dan perlu berhenti untuk mendapatkan kekuatan itu kembali.

Tetapi tidak adil rasanya ketika kita mulai melepaskan ingatan-ingatan kita tentang dakwah itu sendiri. Angan kita jauh melayang entah kemana, fikiran kita seolah bebas merdeka tanpa ikatan beban apapun. Sehingga tidak dapat menangkap seberapa pentingnya amanah dakwah yang ada, menganggap amanah-amanah itu hanya milik para qiyadah semata. Ketika datang saat mutaba’ah tentang amanah yang ada, kita dengan mudah mengatakan “Afwan, belum sempat diselesaikan” atau mungkin “Afwan, tak sempat nak berfikir!””

Percutian bukan bererti menjadi saat terpenting bagi untuk mengakhiri tugas-tugas panjang ini. Hal yang paling penting bagi seoarng aktivis dakwah ketika menghadapi masa cuti adalah mewaspadai kekerasan hati yang diakibatkan terlalu lamanya seseorang tidak aktif dalam medan dakwah. Hal ini tidak muncul secara sekaligus, akan tetapi secara perlahan-lahan dan berangsur-angsur sehingga hampir-hampir tidak disedari. Ketika cuti menjelma, dengan mudahnya kita mengajukan “Cuti” pada murabbi untuk sekedar tidak menghadiri liqo’. Atau mengajukan “keringanan” kepada para qiyadah untuk free amanah, sementara hari-hari kita berlalu begitu saja tanpa tarbiyah, tanpa amanah dan tanpa bergumul dengan dakwah. Akibat dari semua ini mulai beransur-ansurlah semangat dakwah kita tidak berdaya untuk terus aktif dan terlibat dalam persoalan-persoalan dakwah. Berkaratnya hati ini membuat kita semakin mudah mengabaikan tugas-tugas jihad serta menyeru panggilan-panggilan Allah.

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingati Allah dan kepada kebenaran yang telah turun dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan alkitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq.” (Al-Hadid:16).

Ikhwah fillah, fahamilah bahawa dakwah yang kita lakukan sekarang bukanlah dakwah sesaat. Ini bukanlah dakwah semusim yang gelora dan semangatnya menggema saat kita menghabiskan waktu di kampus ini saja. Sementara menjelang cuti atau berakhirnya masa kuliah kita di kampus tiada lagi gaungnya sama sekali seperti gelanggang yang ditinggal penontonnya. Tiada lagi sorak sorak suara pendukungnya, tiada lagi sorot cahaya keindahannya. Diperparah lagi banyaknya kader yang menjadi “veteran”dalam medan perjuangan.

Jadi kita seharusnya boleh mengukur sejauh mana keberhasilan cuti kita dengan amanah dakwah yang ada. Sehingga semakin banyak tugas-tugas dakwah semestinya boleh diselesaikan dengan professional, diertikan dengan pola kerja dakwah yang rapi, terstruktur dan tepat waktu karena kita mempunyai rentang waktu yang cukup untuk memikirkan dan merencanakannya. Dan juga kita boleh menilai sejauh mana kesiapan para kader dakwah menyongsong dan menyambut amanah dakwah, karena ia telah mendapatkan kekuatan kembali. Jadi ketika panggilan jihad itu mengalun indah bagaimana respon kita masing-masing untuk menyambutnya?. Wallahu alam
Posted by Picasa

Friday, February 29, 2008

Berhala materialisme

"Wahai para pemuda, mengapa tak segera menikah, waktu usia telah cukup dewasa?"

"aku belum ada kerja tetap. aku belum ada penghasilan yang cukup. aku belum mampu menanggung hidupku sendiri. saya risau x dpt penuhi nafkah keluarga. saya belum bersedia dari segi ekonomi.."

sejumlah alasan sehingga merasakan diri tidak perlu segera menikah. ada perkiraan yg sangat matematik mengenai hidup, bahawa biaya hidup itu linear, seorang hidup memerlukan seribu ringgit, maka dua orang = dua ribu, kalau empat bererti empat ribu. dia rasa tidak cukup membiayai hidupnya sendiri, kerana baru punyai rm500 sebulan, maka fikirnya pernikahan itu sangat memberatkan.

Gambaran hidup yang macam mana yg kita harapkan? senario yg mengajarkan hidup yang glamor, mewah dan tiba2 kaya. seorang anak muda yg tidak dikhabarkn sejarah dan usahanya, tiba2 nampak memandu kereta mewah, tinggal di rumah banglo, bertukar pasangan, dll. Apakah kita sedang hidup dlm senario ini?

tiba2 kita dicekam rasa takut yg amat sangat, bagaimana hidup kita nanti jika tidak cukup wang? kita merasa gagal hidup bahagia sejak dari awal, hanya sebab masih belum mampu mendatangkan kemewahan yg diinginkan. Kerana itulah pernikahan dianggap belum layak dilaksanakan. Nantilah.. kalau dah ada rumah sendiri. nanti saja.. tunggu ada kereta sendiri. tunggu.. sampai simpanan sudah cukup.

Masyarakat kita sebenarnya terlanjur meletakkan ukuran2 materialistik dalam menjalani kehidupan. kejayaan dan kegagalan semua tergantung pada material. perbincangan publik juga berkisar aspek material, dan masih terpaku pada sisi itu sahaja. sangat wajar di kemudian hari, ia berpengaruh amat kuat pada mentaliti generasi muda, ketika akn memutuskan utk menikah pada usia muda, perkara pertama yg difikirkan adalah dana dalam jumlah yg cukup.

orang tua dan masyarakat memberikan pengaruh bila mereka menuntut pekerjaan dan gaj tetap kpd calon menantu lelaki yg datang melamar anak perempuannya. mereka tanya apa pekerjaan tetap, gaji sebulan, bagaimana nanti memberi makan anak isteri? pertanyaan yg mengarahkan kpd orientasi dan jawapan materialistik.

Pertanyaan di atas tidak salah, sebab material memang diperlukan untuk menjalani kehidupan. tetapi, yg menjadi salah adalah bila tampak dari pertanyaan dan orientasi materialistik itu menyebabkn terhambatnya proses pernikahan. yg lelaki takut utk melangkah kerana belum cukup memiliki jawapan kpd pertanyaan seperti itu. akhrnya, pilihan mereka menunda nunda pernikahan dengan memanjangkan masa berkapel yg kesannya pasti buruk kpd keduanya.

maka, jadilah material sebagai berhala. dipercayai kebenarannya, diyakini dalam hati, dijaga dlm akalnya: material, wang adalah segalanya!. materiallah yg membahagiakan dan mencelakakan. material yg menjadi jaminan kebaikan hidup. Berhala materialisme itu disebarkn sebagai sebuah kepastian, menjadikan org tunduk dihadapannya,t tanpa boleh melawan. menjadikan masyarakat mengikuti keinginan dan tuntutannya.

tidakkah kita memerhatikan bahawa tiga peradaban materialisme telah dihancurkan allah?

Apakah kamu tidak memerhatikan bagaimana tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Ad? (yaitu) penduduk Iram yg mempunyai bangunan2 tinggi, yg berlum pernah dibangun sperti itu, di negeri2 lain.dan kaum tsamud yg memotong batu2 besar di lembah; dan kaum firaun yg mempunyai tentera yg banyak, yg berbuat sewenang wenang dlm negeri, lalu mereka berbuat byk kerosakan dlm negeri itu (Al fajr: 6-12)

tiga peradaban materialisme terdahulu telah diangkat kisahnya, sebagai pengajaran hingga akhir zaman. Tetapi perhatikan bagaimana allah memberikan catatan akhir kisah tersebut:

Kerana itu tuhanmu menimbapakn kepada mereka cemeti azab, sesungguhnya tuhanmu benar2 mengawasi (al fajr: 13-14)

alquran mengecam keyakinan materialistik seperti ini dlm ayat2nya serta mengarahkan kaum muslimin memiliki pandangan yg optimis menghadapi kehidupan dunia. Allah memberikan berita gembira berupa kecukupan kehidupan bg pasangan yg menikah.

Dan nikahlah orang yg sendirian di antara kamu, dan org2 yg layak nikah di antara hamba2 sahayamu yg perempuan. jika mereka miskin, allah akn memampukan mereka dlm karunianya, dan allah maha luas pemberiannya lagi maha mengetahui (annur:32)

sangat jelas allah memberikan jaminan kpd orang2 yg melaksanakan pernikahan krn takut terjerumus ke dlm perbuatan yg diharamkan Allah, dgn kemampuan dan terbebas dari kemiskinan. baha benar allah dengan segala janjinya, krn Allah tidak pernah memungkiri janji. itulah satu kenikmatan yg allah berikan kpd orang2 yg ingin menjaga diri dari keburukan.

Perhatikan ungkapa seorang sahabat nabi yg amat mulia, umar alkhattab ra, "saya sangat takjub dan hairan dengan orang2 yg tidak menikah kerana takut miskin, dan tidak mau mencari kekayaan melalui perkahwinan padahal allah telah menjaminnya".

buangkan segera berhala materialisme itu dari hati dan pikiran kita. jgn meyakininya sebagai penentu kebaikan atau keburukan, kesenangan atau kesengsaraan. Harta itu hanyalah perhiasan dunia, titipan allah kpd hambanya, selama kita mahu mencari, Allah tidak akn membiarkan kita.

wallahu'alam

Friday, February 22, 2008

if u believe in islam

if u believe in islam, there is no reason for you for not converted to islam. Because you see in islam believe leaves to action.in islam, true believe leads to action. Let me give you an example, if your boss tells you that you must complete these project within next week,whoever does not do so will be fired. If you truly believe in your boss and you need that job,you are not going to be lazy on that job. You are going to work and you will make sure when the week finished, you have done your job.
If the weather forecast says that it will rain today severely you will take precaution, you gonna take an umbrella,because you believe in this facts! and you act upon it. In Islam, faith necessities actions. When you have true faith, you must proclaim that faith. You must announce it by testimony.

Tuesday, February 12, 2008

Andai diri terasa lemah

Andai diri terasa lemah...
Bangun munajat pada Allah...
Dengan izin-Nya...
Yang lemah menjadi gagah...
Yang sedih menjadi ceria...
Yang resah menjadi tenang...
Sedikit pengorbanan selamanya terasa...
(^_^)


Monday, February 11, 2008

Bergunung manapun harta, bukanlah kaya namanya, jika miskin budi bahasa.
Segagah manapun diri, bukanlah namanya pahlawan, jika nafsu tidak dapat dilawan.
Secantik manapun rupa nan ayu, bukanlah ratu jika buruk tingkah laku.
Setinggi manapun darjatnya, bukanlah namanya mulia, jika tiada iman didada.
Melangit manapun ilmu, bukanlah namanya bijaksana, jika tidak diamal dan diguna.
Sealim manapun warak, bukanlah ulama', jika takbur dan riak.

Tuesday, September 18, 2007

Orang Kata, Atuk Kata, Aku rasa...

ORANG KATA.. enjoy sementara muda,
hidup panjang lagi,
dah tua nanti tobatlah.
ATUK KATA.. orang muda hidup memang baru bermula,
tapi belum tentu masih panjang lagi,
entah esok lusa Izrail datang menjemput.
AKU RASA.. betul jugak tu..


ORANG KATA.. exams tu susah,
kena banyak sacrifice,
constant study..past year papers..etc..etc..etc..
ATUK KATA.. exams tu senang aje,
dah ada tarikh untuk diuji,
dah ada syllabus untuk diikut,
kalau ajal.. entah bila siapapun tak tahu,
byk pula tu peringkat ujiannya,
Munkar Nankir, Neraca Mizan, tayangan slide..
AKU RASA.. betul jugak tu..

ORANG KATA.. have fun on your birthday,
panggil kekawan and sedara mara,
berpartylah sepanjang malam,
make it a memorable one!!
ATUK KATA.. setiap hari jadi, kita semakin hampir,
hampir setahun dengan kematian,
setahun lagi diberi peluang utk beramal, bertaubat..
AKU RASA.. betul jugak tu..

ORANG KATA.. kerja mesti sungguh-sungguh,
beli rumah besar, kereta mewah, makan lazat..
baru hati puas!
ATUK KATA.. ye ke hati dah puas??
dah cukup ibadah nak tempah kubur luas-luas?
dah siap kenderaan meluncur Siratul Mustaqim?
dah cukup zikir untuk santapan rohani?
dah cukup amal nak 'book' tempat Al-Firdaus?
AKU RASA.. betul jugak tu..

ORANG KATA.. successful people have a good time management,
ada bisnes di kl, new york, tokyo..
masih sempat berkempen utk pilihanraya,
masih sempat melepas lelah di disko dan karaoke,
masih sempat pasang perempuan 2-3,
baru orang boleh respect!
ATUK KATA.. setiap manusia dapat 24 jam dlm sehari, tapi..
ada masa ke utk sujud di sejadah 5 kali sehari semalam?
ada masa ke nak selak Al-Quran sekali seminggu?
ada masa ke nak jenguk ibu ayah di kampung,
sekali dalam seminggu, atau sebulan, atau setahun?
AKU RASA.. err..betul jugak tu..

Wednesday, February 07, 2007

Amalan Konservative Dalam Islam?

Assalamu'alaikum wbt.

Terlintas dalam fikiran mengenai tanggapan sesetengah orang terhadap amalan yang dianggap konservative dalam Islam. Perkataan konservative bukanlah satu perkataan yang baru. Mungkin biasa didengar dan mungkin juga ramai yang tidak mengerti maksud perkataan tersebut. Amalan konservative dalam Islam bermaksud amalan yang dianggap lama atau kuno yang masih diamalkan sehingga sekarang (dalam konteks masyarakat melayu). Perkara ini telah banyak diperbahaskan di kalangan ulama' serta ilmuan. Apakah benar terdapat "amalan yang konservative dalam Islam"? atau dalam makna lain bolehkah diterima frasa seperti tu? Di sini saya cuba mengutarakan pendapat peribadi serasional mungkin.

1. Sebenarnya saya pun tidak pasti maksud sebenar yang dibawa dalam statement "amalan konservative dalam Islam". Apakah amalan-amalan yang dimaksudkan tersebut? Pada pendapat saya, hal ini kita boleh lihat dalam segolongan atau sekelompok masyarakat yang menyeru supaya meninggalkan amalan-amalan ini. Amalan yang dilabelkan sebagai konservatif ini termasuklah tahlil, marhaban, salam selepas solat, zikir beramai-ramai dan lain sebagainya yang bg mereka amalan2 ini tiada dalil di dalam alQuran dan bid'ah. Mungkin kita juga sudah sedia maklum perkara ini.

2. Apakah sebab amalan-amalan ini dilebelkan sebagai "konservatif"? Di dalam sebuah hadith soheh Rasulullah, mafhumnya "Setiap bid'ah adalah sesat". Bid'ah bermaksud mengada adakan sesuatu yang tiada dalam Islam. Tetapi jumhur ulama' bersepakat dalam mentafsirkan hadith Rasulullah, terdapat bid'ah hasanah dan bid'ah dolalah. Mereka (sekelompok orang yang menganggap sesetengah amalan konservative) menganggap amalan-amalan seperti contoh di atas adalah bid'ah dan setiap yang bid'ah itu harus ditolak.

Sekarang saya hendak membahaskan penggunaan kata konservatif. ianya bukan berasal dari bahasa melayu. Ianya berasal dari Bahasa Inggeris. Pemilihan kata di dalam sesuatu perkataan adalah amat penting. Dalam surah al-Baqarah ayat 104:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): "Raa'ina, tetapi katakanlah: "Unzhurna" dan "dengarlah". Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih"

Menurut beberapa riwayat, sebab dilarangnya mengucapkan perkataan "Raa'inaa" adalah kerana orang Yahudi suka memutar belit dalam percakapan. Mereka menujukan perkataan itu kepada Nabi saw. sehingga bisas menimbulkan makna lain yang merupakan pecahan dari kata "Ra'unah" iaitu "kebodohan yang amat sangat".

Dan bagi saya, penggunaan kata konservatif tidak valid sama sekali. Pandangan saya, tiada yang dinamakan amalan konservatif di dalam islam (amalan lapuk, amalan orang tua2). Kerana amalan di dalam Islam itu harus didasarkan pada syariat. sepanjang pemerhatian saya, amalan yg dianggap bid'ah, konservatif dan harus ditinggalkan itu tidak melanggar syariat. tahlih itu doa dan zikir, bersalaman itu moral value dsb.

3. Apakah kesan seruan meninggalkan amalan2 tersebut terhadat masyarakat? Seruan atau slogan sebegini banyak memberi impak negatif terhadap masyarakat. Kerana perkara yang dibahaskan adalah terlalu remeh yang lama kelamaan masyarakat akan terasa leceh terhadap Islam. Lama kelamaan masyarakat akan merasa terbeban oleh seruan, dan merasa amat payah untuk melakukan kebaikan. Seterusnya lahirlah masyarakat yang tidak pedulikan Islam. Saya berkata berdasarkan pengalaman apabila seorang rakan berkata "ape la korang ni, bende kecik tu pun nak gaduh2, jadi macam aku lagi bagus, tak blaja agama, aku x solat, x gaduh2.. steady ja.."

4. Kesimpulan? Tiada amalan yang konservative dalam Islam. Amalan yang dibawa oleh Islam adalah valid sepanjang zaman selagi tidak bercanggah dengan Syariat. Apakah kita merasa selesa berdebat dan bertikam lidah mengatakan itu konservative, itu bid'ah dan sebagainya sambil dalam masa yang sama masyarakat diambang keruntuhan budaya? Adakah kita akan terus menyusahkan masyarakat di waktu mereka jauh terpesong dari Islam? Apakah prinsip kita dalam menyeru manusia? Tepuk dada tanyalah iman.

wallahu'alam

Monday, January 15, 2007


"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan seperti satu bangunan yang kukuh" (61:4)

kadang-kadang berada di jalan da'wah terasa amat panjang dan melelahkan. perjuangan yang kadang2 tampak mustahil hasil dr hasutan syaitan. mujur ada teman2 yang sentiasa mengingatkan diwaktu gerhana. mungkin inilah hikmah berjuang dalam satu barisan. bila barisan bengkok yang di kiri dan kanan akan membetulkan yang ditengah tengah. bila terasa penat dan lelah, menumpang paut pada teman2. alangkah hikmah dan istimewanya al-Quran.

wahai teman2, ingatlah. "siapa yang bersenang senang di hari bekerja, dia akan rugi dan menyesal di hari pembahagian upah". pembahagian upah adalah padang mahsyar. penghujuang perjuangan adalah ketika sesaat kita tidak bernyawa. mungkin sekarang, esok atau lusa. bersabarlah, harapkan redho Allah segalanya akan damai.

wallahu'alam

Wednesday, October 04, 2006

Islam itu Indah.. btul tu..

Saya, anda dan juga mereka yang memilih islam sebagai cara hidup merupakan orang yang bertuah. Mengapa? kerana islam merupakan agama yang mudah, agama yang praktikal, agama yang benar. agama yang berada di pertengahan 2 ekstrim. Diantara ekstrim agama2 yang begitu membebankan pengikutnya dgn ajaran yg begitu sukar, yg begitu payah, sehingga menyakitkan pengikutnya, ataupun mengharamkan para penganutnya dari menikmati apa yg indah dari kehidupan mereka. Islam juga merupakan pertengahan diantara agama yang begitu longgar. Ada diantara agama yg begitu longgar sehinggakan tidak dapat membezakan para pengikutnya dgn org2 yg tidak beragama. Islam berada di pertengahan 2 ekstrim ini.

Islam sebagai satu ajaran dan sebagai cara hidup, merupakan ajaran yang mudah merupakan ajaran yang jelas. Tidak ada misteri dalam islam. Tidak ada kepayahan untuk memahami Islam. dan Islam itu sendiri sesuai dengan fitrah. Apa saja yang dihalalkan dalam islam oleh Allah, utk para penganutnya, adalah untuk kebaikan mereka. untuk kebaikan hidup mereka didunia, untuk kebaikan hidup mereka di akhirat nanti. Dan apa sahaja yg diharamkan oleh Allah swt, samada dalam Quran, ataupun melalui sunnah Rasulullah, merupakan perkara2 yang memudaratkan manusia itu sendiri. dan bertuahlah kita jikalau kita telah dilahirkan ataupun telah memilih islam sebagai cara hidup kita kerana kita sudah berada di bwk naungan dan juga petunjuk Tuhan.

Malangnya, Islam yang sebegini mudah, Islam yang sebegini praktikal, tidak mudah untuk diamalkan jikalau hati kita ini tidak bersih. Jikalau hati kita ini dipenuhi dengan kekotoran. Jikalau hati kita ini jauh daripada Tuhan. Jikalau hati kita ini tidak dibukakan untuk menerima kebenaran, maka apa sahaja yang ditunjukkan oleh Islam walaupun ianya mudah, walaupun ianya praktikal, walaupun ianya tidak membebankan akan terasa amat sukar untuk diamalkan. Tetapi jikalau kita mempunyai hati yang bersih, sentiasa terbuka untuk bersama dengan Allah, sentiasa terbuka untuk menerima kebenaran, maka segalanya akan menjadi mudah. Pokok pangkalnya, segalanya terletak pada HATI. Maka, bersama samalah kita menyucikan hati kita. untuk menyucikan kehidupan kita.

Tuesday, October 03, 2006

Wallahu'alam

we are truly human.. the reasons? of course.. we have brain, 'aqal, emotions. i'm truly human, n u're truly human also. it's just the way u express ur emotions sometimes buatkan org terase.. ye la.. sape mkn cili.. aku makan cili. samada simpan emotions tu dlm pale otak atau bgtau org. byk kelebihan bgtau org ni. nobody's perfect in this world. kalau dlm percakapan pun byk salah.. apatah lg dgn tulisan. sbb kalau perasaan dan pandangan ni ditulis, mungkin saje org bace. pastu org yg baca tu pulah dpt hidayah nak advise org ni. die pun advise la.. bukan camtu, camni.. tp susah plak kalau dah terpengaruh ngan nafsu dan syaitan. lain jadinye. begitu jugak kalau disimpan dlm hati. lame kelamaan kalau emotion dan pandangan yang salah tu dah melambak lambak, sampai dah basi, ianya blh mengotorkan hati dan menjadikannya keras! sampai kita dah sebati dgn kesalahan. mudah mudahan emotions atau pandangan yg dikeluarkan dpt diperbetulkan dgn seadanya.. kita x mampu mengubah tp bole memberi advise. we're here not for war.. but for gaining knowledge and mardhotillah.

p/s: Jazakumullah atas komen yang membina.. biasela.. biasela.. biasela.. jd aku harap jgn la kesilapan yang sekecil ni menjadi tembok pemisah dlm kita bersahabat.. biasela melayu.. skali x suke jgn harap nak bertegur sape. ceh.. berfalsafah la plak. jgn la membenci seseorang kerana satu sikap die yg kita x suka. bersikaplah adil.. saya percaya pada anda! hehe

semut? whats ur opinion?


"Jadilah seperti resminya padi. semakin berisi makin tunduk kebumi. makin berilmu makin merendah diri."

Pepatah yang selalu kita dengar. moral value yang cukup2 tinggi untuk dihayati dan diamalkan oleh umat manusia. seorang insan yang bersikap tawadhu', ditambah pula dengan berilmu, amat dihormati tanpa perlu menagih. contoh tauladan terbaik yang boleh dijadikan benchmark kita adalah Rasulullah sendiri.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (Al-Ahzab 33:21)

tapi tu resminya padi. macamana kalau resminya semut? semut yang selalu menganggu kehidupan kita. binatang yang paling byk kita bunuh. sedar x sedar, semut2 yang di bunuh ni membawa seribu makna dan pengajaran.

perbandingan semut ni bleh kita bandingkan dgn sebuah bandah yang hanya blh dibina oleh orang ramai yang berkumpul. dan sememangnya manusia ni menginginkan peraturan/panduan/guidance untuk menjamin keamanan dan keselamatan. mustahil keselamatan terjamin kalau xde yang mengawal. dan satu fakta mengenai modern city ni adalah individualism. tiap2 individu kat city tu mempunyai misi dan visi tersendiri dan kebanyakan manusie2 ni meletakkan cita2 derang dihadapan skali. kepentingan sosial diletak kat blakang.

tp cuba kita bayangkan sekarang satu bandar yang mantap. bayangkan beribu ribu penduduk hidup kat dalam bandar tu. tp x seorang pun yang ambik kisah kepentingan diri die. dlm bandar tu, mereka meletakkan kepetingan sosial dan org lain tu melebihi segalanya. bayangkan masing2 bekerja keras dgn sanggup berkorban apa saja~.. bekerja dlm keadaan aman, xde gaduh2.

tp society semacam tu mmg xkan dpt dijangkaui manusia.. sbb perfect. mustahil bg manusia. tp society semacam tu mmg dah lame wujud kat dunia ni. sejak dari zaman Nabi Sulaiman. korang pun tau kan kisah die. dah yang gempaksnye menatang ni ade kat mane2 je kat bumi ni. almost everywhere. dan makhluk tu x lain dan x bukan adalah semut!. tahniah buat semut!

semut ni hidup dlm koloni beratus, beribu dan blh mencecah juta individu. setiap satu dlm koloni tu memainkan peranan derang pada tahap 100% with no lacking. xde yg buat masalah dlm posisi atau keje derang. yang terutama adalah survival koloni tu. tiap satu akan menyerahkan nyawa kalau terpaksa. mustahil nak jumpe semut lapar n semut tersesat. (ade tu ade.. tp tu sbb melekat kat baju cthnye pastu org tu blah..) . bende ni terjadi sbb terjalinnya cooperation yang mantap, harmony dan perkongsian antare mereka. kadang2 satu titik air pun dishare. makanan dikumpulkan pastu simpan dlm sarang utk dikongsi. dalam semut xde selfishness. xde yang bersendirian. masing2 adlh satu bahagian dr sebuah giant organization. dengan semut2 ni punya social life n social orgnization, mengalahkan manusia dan semut ni sememangnya pembuktian sebenar benarnya kehebatan, kekuasaan Allah dlm menciptakan makhluk

skang cube consider beberapa spisis semut, dan bersama sama kita tgk keajaiban semut2 ni, keajaiban ciptaan yang disumbat dlm pale otak makhluk kecil ni.

-wallahu'alam-

Sunday, October 01, 2006

Malam Ramadhan yg penuh barakah. tapik..

1 Oktober 2006
Pkul 1 lebih am
Sport Complex University Technology of Petronas

Tibe2 pintu bilik kene ketuk. pastu pg la bukak pintu, dan tibe2 lg member tu suh pegi ambik gamba orang main futsal kat atas court tenis. katenye nak bubuh dlm manifesto pilihan raye. x lame lg akan berlangsung election yang paling hangat dlm sejarah utp nih... haq melawan batil. pastu aku pun pegi la.. tp kamera xde. pg bilik member sat ambik kamera pastu trus ke court tenis. sampai2 skali xde orang futsal.. agak kecewe la jgk.. turun naik tangge carik kamera.

time to go back.. tp rase pelik skit.. kat parking lot sport complex yg kosong tu ade satu motor n satu kete kancil slain kete proton iswara aku. very2 wonder oo... nak kate orang main bola.. gelap gulita. dlm pale otak pk ni sure ade org tengah dating. utk memuaskan hati pg la jenguk sat.. dr kejauhan dalam kegelapan malam ramadhan, ternampak 2 kapel.. satu x pakai tudung.. satu lg pakai tudung! malas nak kacau yg x pakai tudung.. assume org kapir.

pg kat yg pakai tudung.. korang tau ape yg aku nampak? lbh kurang la mcm kat 'lubuk tupah'..

tu la die gaye kasanova utp... dgn rase bersalah aku mendekati kapel ni.. lalu berlakulah conversation yg panas.

aku: assalamualaikum.. buat ape tuh?

kapel tu tergamam.. ye la tibe2 ade org menyape dlm gelap..

aku: buat ape ni?
skali tgk muke laki tu budak turkmenistan. aiseh.. kene speaking plak.

aku: what r u doing here?
turkmen: what do u mean doing? why are u here?
aku: are u married?
turkmen: i'm going to merried her (ckp dgn nada nak gaduh.. dlm hati mls nak layan.. tp die block jln aku)
aku: i'm just asking whether u're married or not? the answer is yes or no. so?
turkmen: (x tau nak jwb ape) what r u doing here? i mean is this ur job?
aku: i'm here because Allah said in the Quran: "wa laa taqrabuzzina"
turkmen: i dind't do zina!
aku: hey.. u don't understand the ayah. Allah said "and never go near zina". Allah does'nt said "and don't do zina"!.
turkmen: hey.. i don't want to make trouble with u...

dan seterusnye.. rasenye x pentingpun lepas tu.. 2 things I want to highlight here.

1. Kenape perempuan melayu Islam, yang berhijab, dan dlm bulan ramadhan lg, tergamak buat bende mcm ni? kalau budak turkmen tu mmg la.. dah well known derang ni mmg jahil bab2 agame ni. tp bagi perempuan melayu Islam, yg dah pernah lalui proses 'pembelajaran' agame islam xkan x tahu. di manakah silapnya? pak gad utp? pak ali? mpp? harussani? atau kite sendiri. tengok kwn2 berkepit sane berkepit sini.. dlm hati rase benci! menyampah.. tp tu je la yg kite mampu buat.

2. dlm akhir2 conversation td tu turkmen tu ade menyentuh soal2 jage tepi kain orang. malas nak bagi dalil sbb bende simple mcmni budak skolah pon blh pikir apetah lg budak utp melainkan derang ni mmg keras kepale. alangkah beruntungnye kite sbb Rasulullah, para sahabat, tabi'in, tabi' tabi'in, salafus soleh, semuanya amat suka menjaga tepi kain orang. kalau mereka2 ni x suke jaga tepi kain orang, nescaya cahaya Islam ni xkan sampai kat kite. tp di zaman moden ni bende nilah yang paling orang lekehkan skali. katenye ketinggalah zaman, kolot, nak jadi ustat, kubur sendiri-sendiri dll.

wahai kawan2 ku, jomla berfikir, kalau semua org kat dunia ni jage tepi kain sendiri, ape yg akn terjadi pd bumi ni. palestin? malaysia? apakah cukup dengan hanya menuding jari? gerakah Islam x buat keje btul2.. abis tu kite ni org ape? bukan Islam ke? dan satu kene igt.. dlm Islam semua manusia tu ditanggungkan amanah yg sama! iaitu beribadah kpd Allah. xde speciality. bukan org tertentu je yg wajib menyampaikan ajaran Islam.

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." 3:110

jadilah umat terbaik!

-wallahu'alam-