Google

Sunday, December 07, 2008

Kegagalan Tarbiyyah

Kegagalan tarbiyah bisa terjadi ketika proses tarbiyah sedang berjalan, tetapi juga bisa terjadi di awal proses. Persimpangan persepsi tentang tarbiyah memberi kesan besar dalam membelokkan substansi tarbiyah sejak awal. Kita dapat menyimpulkan lima kesalahan persepsi tentang tarbiyah.

Pertama, tarbiyah dipandang semata-mata sebagai penyampaian bahan. Oleh sebab itu, yang dimaksudkan dengan sudah atau belum 'menyampaikan bahan' adalah sudah atau belum memperdengarkan atau menyajikan bahan tersebut kepada mad'u. Di sisi yang lain, mutarobbi merasa sudah mendapat bahan jika sudah pernah mendengar pengisian. Persepsi ini menyederhanakan tujuan tarbiyah sebagai pengawal dalam pembentukan fikrah dan harakah.

Kedua, persepsi bahawa murobbi adalah segalanya bagi mad'u adalah hal yang dianggap 'aib' bagi penganut 'mazhab' ini apabila mad'u memiliki kompetensi yang lebih baik daripada murobbi dalam beberapa bidang. Persepsi ini menyebabkan alternatif yang terjadi adalah pilihan buruk di antara hal-hal buruk berikut:

  1. Mad'u menjadi kerdil bagai katak di bawah tempurung.
  2. Mad'u memberontak dan sentiasa terjebak dalam ketidakpuasan.
  3. Mad'u berkembang sejajar dengan tarbiyahnya, tetapi memiliki batas yang jelas, iaitu setinggi kemampuan murobbinya dan mustahil melebihinya.
Ketiga, tarbiyah dianggap sebagai proses doktrin dan dominasi. Murobbi menerapkan persepsi keberhasilan tarbiyah adalah ketika mad'u memiliki 'kesetiaan', tsiqah dan menjadi pendukung murobbi.

Keempat, sistem dan metode tarbiyah dipersepsikan sebagai hal yang baku. Contohnya berdasarkan pendekatan waktu, berurutan, dan tidak bisa di bolak-balik. Pendekatan ini menyebabkan seseorang yang memiliki potensi yang lebih besar tidak dapat mengambil yang lebih besar. Metogologi one wat traffic, white board, dan teknikal lain dianggap sesuatu yang harus ada. Sedangkan seminar, diskusi, tayangan, dan teknologi penyampaian lainnya tidak digunakan kerana dianggap mengurangi 'nilai' tarbiyah. Akibat lainnya adalah bahan disampaikan tidak berdasarkan keperluan mad'u.

Kesalahan persepsi yang kelima adalah kecenderungan untuk melakukan 'cloning' murobbi atau fotokopi murobbi. Kecenderungan hobi, syu'ur, selera, kegemaran dan beberapa hal yang sebenarnya merupakan privacy murobbi tiba-tiba menjadi muwashofat dan ukuran keberhasilan tarbiyah

2 comments:

Muhammad Affiq Ibn Kamaruzaman said...

so akh... terus gimana kejyaan nya?

apakah beda dan ukurannya?

Anonymous said...

sebelum pergi jauh2... saya pening sket.. nak tanyer penulis, ape maksud tarbiyyah sebenarnye ek? tolong tgh pening...huhu